Ikhlas

Setiap manusia selalu punya keinginan. Tapi Allah juga punya keinginan. Maka alangkah indah jika keinginan kita selaras dengan keinginan Allah. Karena keinginan Allah, pasti terjadi dan pasti terlaksana.

Tapi faktanya, seringkali keinginan kita dan keinginan-Nya tidak selaras. Tidak sejalan. Kita punya keinginan dan Allah juga punya keinginan.

Jelas keinginan mana yang terbaik dan pasti terlaksana. Jelas kita hanya seorang hamba, manusia biasa yang ga punya daya apa-apa. Bahkan seluruh kehidupan kita sehari-hari bergantung kepada-Nya. Terlalu lemah, bahkan hanya untuk memohon agar keinginan-Nya mengikuti keinginan kita. Oh, naif sekali.

Kadang berita itu datang tiba-tiba. Sekejap saja mampu meruntuhkan impian dan rencana-rencana yang sudah mulai terbangun. Tidak jarang dada ini akhirnya terasa sesak karena harus menahan keinginan besar dan impian yang melangit. Terbayang memulai perjuangan dari nol lagi, memulai langkah dari awal kembali.

Penyembuhan pun dimulai. Butuh beberapa hari untuk memahami dan mengerti bahwa Allah punya rencana yang terbaik. Butuh waktu untuk merenungi hikmahnya. Butuh kerendahan hati untuk mengakui bahwa diri yang berlumur dosa ini tak pantas menuntut, karena rasa sakit pasti menjadi bayaran atas penggugur dosa. Butuh energi untuk membersihkan hati dari rasa iri atas keberhasilan hamba Allah yang lain. Butuh keistiqamahan untuk bisa selalu menaati dalam kondisi hati yang berkecamuk dan marah atas keputusan-Nya. Butuh keyakinan yang kuat untuk menempatkan segala harapan dan impian kita pada Allah, lalu membiarkan-Nya memutuskan yang terbaik untuk kita.

Kepasrahan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan dan keyakinan yang dimunculkan dalam kondisi yang begitu sulit tidak akan sia-sia. Pasti ada hadiah yang Allah akan persiapkan. Pasti.

Karena Allah sendiri yang menceritakan-Nya dalam Al-Qur’an. Bagaimana orang-orang beriman sebelumnya diuji dengan ujian yang begitu sulit dan berat. Akan tetapi selalu Allah berikan kemenangan di akhirnya, atas kesabaran, keikhlasan dan keyakinan mereka yang begitu kokoh.

Karena Allah sendiri yang menyatakan bahwa di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Selalu ada jalan keluar. Selalu ada solusi. Selalu ada harapan.

Karena Allah sendiri yang berjanji bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya. Ingat lagi bagaimana Ibunda Hajar terus menerus bolak-balik 7 kali Safa dan Marwa hanya untuk menunjukkan keyakinannya pada Allah. Lihatlah hadiah yang Allah berikan padanya, air zam-zam, air terbaik di seluruh bumi yang tidak pernah kering hingga hari ini.

Karena Allah sendiri yang berfirman dalam pembuka setiap doa kita. Bismillahirrahmanirrahim, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Biarkan Allah yang memiliki penghapusnya, dan ikhlaskan Dia untuk menghapus bagian-bagian gambar yang tidak pas untuk kita. Allah tidak mungkin dzhalim. Allah sayang sama kita. Dia pasti memberikan yang terbaik untuk kita.

Categories: Curcol | Tags: , , | 1 Komentar

Navigasi tulisan

Satu pemikiran pada “Ikhlas

  1. Ikhlas itu mudah diucapkan tapi sulit dilakukan :) keep writing bung nov!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Tema: Adventure Journal oleh Contexture International.