Hipokrit

Berita tentang Mario Teguh baru-baru ini benar-benar membuat kita kaget. Bagaimana mungkin seorang motivator yang selalu berbicara tentang kerukunan dan kebahagiaan keluarga ‘dituntut’ oleh seseorang yang mengaku anak kandungnya (yang belakangan saya dengar dari seseorang bahwa orang ini berasal dari keluarga pertamanya yang ternyata juga tidak ‘termanage’ dengan baik). Tentu bukan hak saya untuk mengomentari atau bahkan menilai orang yang tidak terlalu saya kenal.

Tapi menarik buat saya melihat cerita ini dari sudut pandang yang lain. Sebagaimana barusan istri saya bilang, “Itu siapa sih, penulisnya Rich Dad Poor Dad, ternyata bangkrut ya?”. Terkaget-kaget saya pun langsung coba browsing untuk klarifikasi bagaimana cerita sebenarnya. Dan saya berakhir pada sebuah tulisan di Blog yang membahas tentang sebuah kata: Hipokrit.

Baca lebih lanjut

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kebahagiaan

Mungkin yang perlu kita perhatikan adalah justru makna kebahagiaan itu sendiri. Kadang kita terlalu sibuk mencari cara untuk bahagia, tapi seringkali lupa apa yang membuat kita bahagia. Pemahaman definisi kebahagiaan menurut saya sangat penting. Karena definisi itulah yang akan menjadi arah untuk menentukan langkah berikutnya.

Sering ngebayangin, mana yang lebih membahagiakan? Punya karir yang baik, uang yang banyak, tapi ga punya waktu untuk keluarga. Atau sebaliknya, karir biasa, uang cukup, tapi waktu untuk keluarga tidak terbatas. Masing-masing orang pasti memiliki jawabannya sendiri-sendiri.

Dan karena itulah bisa jadi kebahagiaan sangat relatif dan subyektif. Tapi justru karena itu juga, pencarian definisi tentang kebahagiaan akan menjadi sangat menantang. Bisa jadi kita sekarang sudah begitu yakin tentang apa makna kebahagiaan untuk kita, tetapi setelah apa yang kita bayangkan terjadi, ternyata tidak seindah harapan. Baca lebih lanjut

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Rehat

Selasa, 9.17 A.M. Kerjaan sebenernya banyak, tapi bagianku udah selesai. Tinggal nunggu tanggapan dari orang. Maklum, bagian evaluasi seperti kami yang kerjaannya ngeluarin laporan, analisa, pendapat, ga bisa ujug-ujug gitu aja keluar. Mesti melalui berbagai review, kritik dan masukan.

Beberapa saat yang lalu kami (aku dan istri) mendapat cobaan berupa tidak berkembangnya janin yang telah 10 minggu ‘membersamai’ kami. Berat pasti. Istri sampai beberapa hari nangis berulang-ulang. Maklum, sudah setahun kami mengharapkan sosok lucu itu muncul menemani kami. Sejak awal kehamilan pun sebisa mungkin kami jaga pertumbuhannya. Istri berkorban dengan menjaga asupan makanan dan istirahat cukup, sementara suami berusaha sekuatnya mengambil beberapa tugas rumah tangga istri. Sebuah perjuangan yang harus berakhir dan ditutup dengan selimut keikhlasan. Allah sedang mengajari kami kembali tentang makna ikhlas, mengingatkan kami kembali tentang makna tawakal, tentang bersabar.

Hikmah lain yang bisa kuambil adalah, kita sama sekali tidak bisa mengatur bagaimana orang lain bersikap dan berpikir sama seperti kita. Mungkin juga dengan ini Allah tunjukkan mana-mana orang yang bersama kita, dan mana yang ‘terlihat’ bersama kita.

……

Aku pingin liburan. Rehat sebentar.

.

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Refleksi 2015

Penghujung tahun 2015, 27 tahun, 3 tahun masa kerja, 1 tahun pernikahan, 3 bulan mulai mengemban pekerjaan baru, dan 6 minggu 5 hari usia kehamilan istri (semoga sehat terus dedek). Mengingat kembali, apa yang telah dilakukan di tahun ini rasanya agak sulit, soalnya ga banyak hal monumental yang dilakukan, haha.

Beberapa hal yang bisa kuingat adalah: Baca lebih lanjut

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tentang Perencanaan

Bukannya saya pelit. Saya cuma merasa bahwa setiap proyek apapun, baik yang bersifat komersial ataupun senang-senang harus terencana. If you fail to plan, you plan to fail.

Saya sendiri ga ngerti kenapa kultur kerja di daerah sini beda banget kalo dibandingkan apa yang sudah berkali-kali saya kerjain di Jogja. Militan sih iya, rela berkorban banget, tapi ga terorganisir. Banyak hal yang muncul di tengah jalan yang lewat dari asumsi perencanaan awal. Kalo cuma satu-dua si ga masalah, tapi kalo banyak, dan sampai-sampai ada anggapan bahwa dalam hal kayak gini itu wajar banyak urusan-urusan yang tiba-tiba muncul buat saya kurang tepat.

Apalagi masalah uang. Saya sudah menikah, dengan penghasilan yang mungkin lebih kecil dibanding beberapa temen-temen se-kepanitiaan. Di dalam rumah tangga saya yang melakukan perencanaan keuangan, mengatur optimalisasi excess cash ke dalam deposito (syariah), mengatur pelunasan hutang, mengatur zakat/infaq/shadaqah dan sebagainya, saya bikin gimana caranya excess cash rumah tangga kami berada dalam kondisi minimum agar kami terdorong untuk berhemat. Tidak hemat-hemat banget, tapi juga tidak boros-boros banget. Saya nilai cukup. Baca lebih lanjut

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.