Hipokrit

Berita tentang Mario Teguh baru-baru ini benar-benar membuat kita kaget. Bagaimana mungkin seorang motivator yang selalu berbicara tentang kerukunan dan kebahagiaan keluarga ‘dituntut’ oleh seseorang yang mengaku anak kandungnya (yang belakangan saya dengar dari seseorang bahwa orang ini berasal dari keluarga pertamanya yang ternyata juga tidak ‘termanage’ dengan baik). Tentu bukan hak saya untuk mengomentari atau bahkan menilai orang yang tidak terlalu saya kenal.

Tapi menarik buat saya melihat cerita ini dari sudut pandang yang lain. Sebagaimana barusan istri saya bilang, “Itu siapa sih, penulisnya Rich Dad Poor Dad, ternyata bangkrut ya?”. Terkaget-kaget saya pun langsung coba browsing untuk klarifikasi bagaimana cerita sebenarnya. Dan saya berakhir pada sebuah tulisan di Blog yang membahas tentang sebuah kata: Hipokrit.

Dan ternyata di tulisan tersebut disampaikan bahwa fenomena hipokrit ini banyak terjadi pada orang-orang yang menurut kita sulit sekali dinalar dapat terjadi padanya. Ambil contoh yang mungkin kita ketahui, Donald Trump, yang menyampaikan kebangkrutan bisnisnya sampai 4 kali. Aa Gym dan ceritanya dengan Teh Nini. Lawrence Kohlberg, pakar pendidikan psikologi sosial dunia yang mati bunuh diri. Suryadarma Ali, menteri agama tersandung kasus korupsi. Sitok Srengenge, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UI tersangkut kasus pelecehan seksual dengan mahasiswinya. Dan lain sebagainya.

Dalam lingkup yang lebih luas, kita terheran-heran dengan beberapa kasus yang terjadi di tempat yang menurut saya sangat tidak logis terjadi di daerah tersebut. Pernah nonton film spotlight? Silakan baca resensinya dan tonton filmnya. Atau yang sudah bertahun-tahun terjadi di Tanah Suci Mekkah, tentang kasus supir taksi terhadap wanita-wanita Indonesia yang sangat menodai kesucian kota itu dan membuat saya geram.

Mungkin hipokrit dapat dan pernah terjadi pada anda, dan saya. Dan mungkin hipokrit itu memang sebuah fenomena yang wajar terjadi dalam dunia modern.

Tapi satu hal mengingatkan saya dari semua pemikiran ini.

Yaitu bahwa setiap orang akan diuji tentang apa yang telah diucapkannya.

Kita semua, saya termasuk anda seharusnya mengambil hikmah untuk lebih hati-hati dalam mengucapkan sesuatu, dalam menilai sesuatu, dalam mengkritik sesuatu. Karena bisa jadi akan ada satu momen, dimana kita akan diuji dengan hal yang telah kita ucapkan, kita nilai dan kita kritik. Dan dunia, posisi, kondisi bisa sangat mungkin berbalik.

Dan ingatlah bahwa sangat mudah bagi-Nya untuk membalikkan keadaan seseorang. Sebagaimana sangat mudah bagi-Nya memberikan kerajaan pada orang yang dikehendaki, dan menarik kerajaan itu dari orang yang dikehendaki-Nya.

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: