Curcol

Gowes @KebunRayaPurwodadi

Yak… capek banget hari ini, gowes di kebun raya purwodadi. Lumayan bagus si tempatnya, banyak pohon, bersih terawat dan menurutku cukup worth it buat sekedar melepas penat atas hiruk pikuk kota. Kalo dari Surabaya lewatin aja jalan ke Malang biasanya, nanti kebun raya purwodadinya di sebelah kiri.

Tempat ini reccomended buat jogging dan gowes sepeda deh, banyak tempat nongkrongnya juga kalo mau ngumpul ma anak2. Tiket masuk 6000 per orang, kendaraan mobil 10 ribu, bisa parkir dimanapun asal ga nginjak rumput, ajegileeeee. Banyak kolam, taman, dsb. Asik lah lumayan. Dah ya, cus liat fotonya. Baca lebih lanjut

Categories: Curcol | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Selalu Ada Kejutan

ImageSaya lupa tepatnya tanggal berapa. Yang jelas beberapa minggu lalu saya dapat tugas untuk koordinasi dengan anak perusahaan mengenai penerapan sistem informasi sebagai tools untuk memudahkan analisa manajemen. Berhubung anak perusahaan tersebut terletak di Tuban sementara posisi saya di Gresik, saya mendapat fasilitas kendaraan dari kantor, mobil civic lengkap dengan pengemudinya.

Selama perjalanan seperti biasa kami (aku dan temanku dari IT) bersama sang supir itu bercerita berbagai macam hal, mulai dari kehidupan pribadi sampai harga rumah yang terletak di tepian Gresik. Dari sang supir itu juga aku mengenal bahwa sang Supir memiliki berbagai masalah dalam kehidupannya. Dia pisah ranjang dengan istrinya, gara-gara ada seorang ‘perawan’ yang dalam kata-katanya menggodanya. Dari sang supir itu juga aku mendengar cerita-cerita tentang dunia malam, sex, bir hitam, dan segala sisi hitamnya.

Aku ingat saat itu hari rabu, aku pulang-pergi dalam sekali perjalanan tanpa menginap. Dan tiba-tiba dua hari setelahnya, aku mendengar kabar bahwa tepat hari jumat sore di mesjid kantor Tuban saat waktu ashar, ada seorang karyawan outsorcing perusahaan yang meninggal dalam keadaan shalat, tepat dalam keadaan sujud. Baca lebih lanjut

Categories: Curcol | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Niat dan Tabayyun

Image“Selalulah niatkan kebaikan, sungguh kau tak henti berkebaikan selama berniat baik,” Imam Ahmad. Sebuah kejadian menggelitik baru saja kualami, yah tidak perlu disebutkan lah ya ceritanya apa. Yang jelas ini tentang niat baik yang tidak selalu dipahami baik oleh orang lain. Aku ingat tentang kisah lelucon suami istri yang menyeberangi gurun pasir dengan menunggang keledai sambil membawa perlengkapan makanan.

Mereka berdua berangkat menunggangi keledai sambil membawa perlengkapan menyusuri gurun pasir gersang. Sudah beberapa lama berjalan mereka bertemu sekelompok orang yang berkata, “Alangkah teganya, mereka berdua duduk bersama perlengkapan yang begitu banyak di atas keledai, keledai itu pasti mati kelelahan”. Suami istri itupun saling berpandangan dan mengangguk. Mereka berdua turun dari keledai dan menuntun keledai mereka melewati perjalanan selanjutnya.

Di perjalanan berikutnya mereka bertemu sekelompok orang lagi yang mengatakan, “Alangkah bodohnya, punya keledai tidak digunakan.” Suami istri ini saling berpandangan kembali. Di perjalanan berikutnya sang suami memutuskan biar istrinya saja yang naik keledai, suami jalan sajalah. Terus menyusuri perjalanan ternyata cobaan belum berhenti, di tengah perjalanan mereka bertemu lagi dengan sekelompok orang yang berkata, “Dasar suami takut istri, masa dibiarkan saja istrinya naik punggung keledai sementara dia jalan kaki.”

Suami istri yang mendengar komentar tersebut mau tidak mau memutuskan jalan terakhir, sang istri pun berjalan kaki dan suaminya naik keledai. Dan apa di kata, ketika di perjalanan berikutnya mereka bertemu orang lain yang berkomentar, “Dasar suami kurang ajar, bisa-bisanya istrinya dibiarkan berjalan sementara dia menunggang keledai.” Baca lebih lanjut

Categories: Curcol | 1 Komentar

That’s Why Peterpan Didn’t want to Grow Up

Semakin lama sepertinya memang harus sadar bahwa duniaku berubah, otomatis harus diimbangi dengan adaptasi dari cara berpikir, sikap dan mental. Semakin lama rasanya memang harus mengerti apa yang pernah dipesankan sama Ibu, “Teman itu sementara aja, bagaimanapun ujung-ujungnya yang bakal peduli sama kamu ya cuma keluarga.”

Dunianya orang dewasa sepertinya memang seperti itu. Entah dulu aku ga pingin meyakini bahwa apa yang dikatakan oleh Ibuku benar, tapi makin lama, makin ke sini seolah kejadian demi kejadian mempertegas dan memaksa pikiranku bilang apa yang dibilang sama Ibuku itu benar.

Memang mungkin itulah perbedaan anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak itu tulus, bersih, masih lugu. Apapun yang mereka lakukan itu bebas dan tanpa motif, apalagi modus. Kalo mereka mau ngasih ya karena mau ngasih, ndak ada harapan apa-apa. Itulah anak kecil. Beda dengan orang dewasa yang sudah luar biasa pintar, selalu ada ‘udang di balik batu’.

Itulah kemudian yang menjadi tantangan. Paling sulit ketika kita dituntut untuk tetap bersikap baik dengan niat yang tulus, di tengah kebaikan ‘semu’, ditambah mereka yang seringkali membalas apa yang kita berikan dengan tidak cukup baik. Baca lebih lanjut

Categories: Curcol | 3 Komentar

Adaptasi

image

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik” (Q.S. At-Taubah: 24)

Jujur kalimat yang dibacakan oleh Khatib Jumat ini mak jleb banget. Tiba-tiba langsung, hakk……jleb. Tanpa sadar udah beberapa bulan diberikan rizqi sama Allah dengan jumlah yang luar biasa. Tapi kondisi hati sama ruhiyah ini ga’ lebih baik dari dulu. Sempet sesaat hak jleb denger beberapa tausiyah di tv, tapi gatau kenapa hakjlebnya ga bertahan lama. Akhirnya lupa lagi, khilaf lagi, males2an lagi.

Mungkin karena lingkungan yang berubah, jadi memang harus adaptasi dulu. Tausiyah-tausiyah berkualitas seperti yang sering ditemui di Jogja ma Bontang mungkin agak lebih jarang di sini, kalaupun ada mungkin aku yang tidak ada waktu karena capek atau lembur.

Baca lebih lanjut

Categories: Curcol | Tag: | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.